| Pengasuh PP. Al-Fatih As-Syafi'i, Kiai Agung Wijaksono, berperan langsung sebagai penerjemah bagi Syeikh Ridho Muhammad Abdallah. |
Kedatangan Syeikh Ridho disambut secara langsung oleh Pendiri Pondok Pesantren Al-Fatih As-Syafi’i Bondowoso, Kiai Agung Wijaksono, M.Pd., bersama Pendiri Pondok Pesantren Pering Kuning Bojonegoro, KH. Gunawan Pramono yang lebih dikenal dengan nama Buya Wafa yang juga merupakan Kakak kandung dari Kiai Agung Wijaksono. Penyambutan tersebut menjadi simbol eratnya hubungan ukhuwah Islamiyah dan kerja sama antarlembaga pendidikan Islam dalam upaya memperkuat syiar dakwah serta pengembangan pendidikan pesantren.
Kehadiran Syeikh Ridho menjadi momentum istimewa bagi keluarga besar Pondok Pesantren Al-Fatih As-Syafi’i. Sebagai ulama yang berasal dari Mesir, salah satu pusat peradaban dan keilmuan Islam dunia, beliau membawa semangat keilmuan yang memperkaya wawasan para santri serta mempererat hubungan antara pesantren di Indonesia dengan ulama dari Timur Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Syeikh Ridho menyampaikan tausiyah secara langsung dalam bahasa Arab yang kemudian diterjemahkan oleh Kiai Agung Wijaksono sehingga dapat dipahami oleh seluruh jamaah yang hadir. Ceramah yang disampaikan berlangsung penuh kehangatan dan mendapat perhatian besar dari para peserta yang memadati lokasi kegiatan.
Dalam tausiyahnya, Syeikh Ridho menekankan pentingnya ilmu sebagai fondasi utama kehidupan seorang muslim. Menurut beliau, kemuliaan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kedudukan ataupun keturunannya, melainkan oleh ilmu yang dimiliki serta manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain melalui ilmu tersebut.
Beliau menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama diutusnya para nabi dan rasul adalah untuk menyebarkan ilmu dan petunjuk kepada umat manusia. Para nabi hadir untuk mengeluarkan manusia dari kebodohan menuju cahaya ilmu, dari kesesatan menuju jalan kebenaran, serta membimbing mereka agar mengenal Allah SWT dengan benar. Oleh karena itu, menuntut ilmu merupakan bagian dari mengikuti jejak perjuangan para nabi dan menjaga warisan terbesar yang mereka tinggalkan bagi umat manusia.
Syeikh Ridho juga mengingatkan bahwa pendidikan merupakan amanah besar yang harus dijaga oleh setiap orang tua. Menurutnya, memberikan pendidikan agama yang baik kepada anak-anak merupakan investasi yang nilainya jauh lebih besar dibandingkan harta benda, karena ilmu dan akhlak akan menjadi bekal sepanjang hayat serta menjadi penentu kualitas generasi masa depan.
Selain membahas pentingnya ilmu, beliau mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui pengamalan sunnah dan keteladanan akhlak beliau. Peringatan Maulid Nabi, menurutnya, hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Rasulullah SAW sekaligus menumbuhkan semangat dalam meneladani perjuangan beliau dalam menyebarkan ilmu, kasih sayang, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Pengasuh dan keluarga besar Pondok Pesantren Al-Fatih As-Syafi’i menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Kehadiran ulama internasional di lingkungan pesantren diharapkan dapat memberikan motivasi kepada para santri untuk semakin giat belajar, memperluas wawasan keislaman, dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus dakwah yang berilmu serta berakhlak mulia.
Kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2022 berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh antusiasme. Kehadiran Syeikh Ridho Muhammad Abdallah Muhammad Azab menjadi salah satu momen berharga dalam perjalanan Pondok Pesantren Al-Fatih As-Syafi’i Bondowoso. Acara tersebut tidak hanya memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga meneguhkan komitmen pesantren dalam membangun tradisi keilmuan Islam yang kokoh serta menjalin hubungan yang lebih luas dengan ulama dan lembaga pendidikan Islam di berbagai belahan dunia.
| Syeikh Ridho dari Cairo Mesir berbincang-bincang dengan Kiai Agung Wijaksono Bondowoso di ruang tamu |
