Grunggungan, Bandilan — Pondok Pesantren Al Fatih As Syafii terus berupaya menghadirkan inovasi dalam mendukung proses pendidikan di lingkungan pesantren. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui hadirnya sistem digital untuk setoran dan monitoring hafalan Al-Qur’an yang kini dapat digunakan oleh para guru melalui smartphone.
Yang menjadi perhatian, sistem tersebut tidak dikembangkan oleh pihak ketiga, melainkan dibangun secara langsung dari nol oleh pendiri sekaligus pengasuh PP Al Fatih As Syafii, Kiai Agung Wijaksono (Gus Agung Alfatih).
Mulai dari merancang konsep sistem, menyusun struktur aplikasi, menulis kode program, mengembangkan berbagai fitur, hingga melakukan penyempurnaan agar sistem dapat digunakan dalam kegiatan pesantren, seluruh proses pengembangan dilakukan secara langsung oleh pengasuh.
Pengembangan ini berangkat dari kebutuhan nyata di lingkungan pesantren, khususnya dalam pengelolaan hafalan Al-Qur’an santri. Selama ini, pencatatan setoran hafalan masih banyak dilakukan secara manual. Melalui sistem digital yang dikembangkan tersebut, proses pencatatan dan monitoring dapat dilakukan dengan lebih terstruktur.
Guru penyimak dapat mencatat setoran hafalan santri secara langsung melalui perangkat Android hanya dengan 1 kali klik. Perkembangan hafalan setiap santri juga dapat terdokumentasi dalam sistem sehingga lebih mudah dipantau dari waktu ke waktu.
Bagi pengelola pesantren, keberadaan sistem ini memberikan kemudahan dalam memperoleh gambaran perkembangan hafalan santri secara real time dan lebih terstruktur. Data yang sebelumnya tersebar dalam pencatatan manual kini dapat dikelola dalam satu sistem yang dirancang sesuai dengan kebutuhan internal pesantren.
Pengembangan aplikasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah PP Al Fatih As Syafii dalam memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mendukung tata kelola pendidikan serta langkah awal untuk membangun Ekosistem Digital. Teknologi tidak ditempatkan sebagai pengganti tradisi pendidikan pesantren, tetapi sebagai sarana untuk memperkuat proses pembinaan yang telah berjalan.
Gambar 2. Tampilan login sistem monitoring hafalan Al-Qur’an PP Al Fatih As Syafii
Hal yang menarik dari inovasi ini adalah prosesnya yang lahir dari lingkungan pesantren itu sendiri. Sistem dibangun berdasarkan kebutuhan para guru dan santri, kemudian dikembangkan secara langsung oleh pengasuh hingga dapat digunakan dalam kegiatan pendidikan.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga dapat menjadi ruang lahirnya inovasi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pendidikannya.
Bagi PP Al Fatih As Syafii, digitalisasi bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman. Lebih dari itu, teknologi menjadi salah satu ikhtiar untuk menghadirkan pelayanan pendidikan yang semakin tertib, efektif, dan terdokumentasi, tanpa meninggalkan tradisi serta nilai-nilai utama pendidikan pesantren.
Dari pesantren, untuk kebutuhan pesantren. Teknologi dikembangkan, pendidikan diperkuat, dan Al-Qur’an tetap menjadi bagian utama dalam pembinaan santri.
